Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas

Hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dengan obesitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan frekuensi konsumsi fast food total yang sering berisiko 2,03 kali mengalami obesitas dibandingkan remaja dengan frekuensi konsumsi fast food total yang jarang.

Parental determinans of overweight and obesity in Iranian adolescents: Obes Rev ;4: Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja konsumsi fast food modern dengan obesitas. Peer effect, food consumption and adolescent weight gain.

Podojoyo, Hadi H, Huriyati E. Adanya perbedaan dengan penelitian sebelumnya kemungkinan karena pada penelitian ini rerata konsumsi soft drink responden berkisar 5,4 kali per bulan atau sekitar kurang dari 2 kali perminggu.

Hubungan antara tingkat aktivitas fi sik, kontribusi asupan energy dari fast food dan kebiasaan jajan dengan obesitas pada remaja.

Jacobs RD. Gambaran aktivitas sedentary dan tingkat kecukupan gizi pada remaja gizi lebih dan gizi normal. Sugar sweetened carbonated beverage consumption corrales with BMI, waist circumference and poor dietary choices in school children. Meskipun secara statistik menunjukkan hubungan yang tidak bermakna, konsumsi fast food modern memberikan konstribusi terhadap total asupan energi.

Adolescent obesity bring consequences to increase case of obesity in adult and the risk factors for degenerative diseases. Asian Med J ; Report of a WHO consultation. Jenisjenis unhealthy food yang merupakan faktor risiko diantaranya susu full cream, makanan western fast food, dan minuman manis.

Increasing consumption of sugar sweeted beverage among US adults to Asia Pacifi c Cohort Studies Collaboration. Depresi, ansietas dan stress hubungannya dengan obesitas pada remaja.

Body mass index as an indicator of obesity Asia Pacific. Unknown Jp Kesmas dd Edit Abstract: There was a relationship between the frequency of total fast food and of the local fast food consumption with obesity p 0. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki uang saku yang lebih besar dari rata-rata berisiko 2,3 kali terhadap kejadian obesitas.

Am J Clin Nutr ;78 6: Obesity in adolescents at risk of becoming obese in adulthood and potentially can lead to cardiovascular and metabolic diseases Objective: The samples in this study are students consisting of 80 obese high school teenagers and 80 non-obese high school teenagers.

Ayu Rafiony, dkk: Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11 4— Sementara supan energi soft drink bukan merupakan risiko obesitas pada remaja SMA di Kota Pontianak, tetapi asupan energi soft drink yang tinggi mempunyai kecenderungan risiko sebesar 1,40 kali terhadap kejadian obesitas.

Public Health Nutr ;12 UGM; This research was an observational study which involves case-control design. The prevalence of obesity has been increasing in both developed and developing countries.

Obesity and Lifestyle. Hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada anak SD di Kota Manado. Data were analyzed by chi-square test, t-test, and logistic regression. Eur J Clin Nutr, 6 2— Seorang ibu yang bekerja di luar rumah akan menghabiskan sebagian waktunya di luar rumah sehingga Obesitas tidak hanya ditemukan pada usia dewasa, tetapi juga pada anak-anak dan remaja.

Kebiasaan tersebut meliputi frekuensi makan dan kebiasaan makan fast food.

Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja

Nuha Medika; Obes Res ;13 6: Patsopoulou, A. Parent education, history of obesity, nutrition knowledge and fast food consumption were risk factors for obesity. Sachithananthan, V. Multivariate analysis showed that mothers occupation was dominant factor that infl uence obesity.

Jurnal Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja

· Jurnal Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja Abstract: Recently, obesity has become health problem which is also associated with an increased occurrence of non-communicable diseases.

The prevalence of obesity has been increasing in both developed and developing countries. The increasing prevalence of 5/5(1).

pola konsumsi fast food dan serat sebagai faktor gizi lebih pada remaja Article (PDF Available) · July with 1, Reads DOI: /ujph.v5i Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja Ilmu Kesehatan Jp Kesmas dd Edit Abstract: Recently, obesity has become health problem which was frequently associated with an increased occurrence of non-communicable festival-decazeville.com: Ilmu Kesehatan.

Ayu Ra ony, dkk: Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas pada remaja ibu bekerja memungkinkan lebih sering membelikan makanan untuk anaknya di luar r umah.

Download penelitian menunjukkan jenis fast food dan soft drink dikonsumsi 1x dalam Consumption of fast food and soft drinks can lead to overweight and obesity. 11 Konsumsi Fast Food Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Gizi Lebih pada Siswa SD Negeri 11 Manado Fauzul Badjeber*, Nova H.

Kapantouw*, Maureen Punuh*.

Konsumsi fast food dan soft drink sebagai faktor risiko obesitas
Rated 5/5 based on 8 review